Home

 
 
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 September 2011

Samsung Galaxy Note Dibanderol Rp 8 Juta?


Samsung Galaxy Note (Ist)
 
Dengan sejumlah spesifikasi kelas tinggi yang diusungnya, Samsung Galaxy Note mungkin cukup diidamkan oleh pecandu teknologi. Namun banderol harganya berpotensi membelalakkan mata.

Samsung memang belum resmi menyebut harga Galaxy Note. Namun sebuah website bernama Cloe sudah membuka pre order Galaxy Note dengan harga 600 Poundsterling atau sekitar Rp 8 juta.

Jika benar harganya setinggi itu, Galaxy Note bakal masuk dalam jajaran smartphone termahal. Harga ini bahkan lebih menjulang dibanding komputer tablet Galaxy Tab 10.1 ataupun Galaxy S II.

Galaxy Note di atas kertas memang terlihat impresif. Dengan layar 5,3 inch, ia lebih mirip perpaduan antara smartphone dan tablet. Layar Galaxy Note dibekali teknologi Super Amoled HD resolusi 1280x800. Terdapat S Pen, semacam stylus untuk mengoperasikan beberapa fungsi smartphone ini.

Fitur lainnya meliputi prosesor 1,4 GHz dual core, RAM 1GB, konektivitas LTE dan HSPA+, kamera belakang 8 megapixel dengan LED Flash, kamera depan 2 megapixel serta kemampuan rekam video HD 1080p.

Belum diumumkan kapan Galaxy Note tersedia di pasar, namun diprediksi pada kuartal pertama 2012.

sumber : detik.com
Minggu, 28 Agustus 2011

Akses Info Mudik dengan Social Media

Apabila anda bisa akses internet, dijamin anda sudah tidak akan tersesat. Social media network atau situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter dapat anda pergunakan dengan mudah untuk mendapatkan berita terbaru dan terhangat secara real time. Penggunaan social media untuk pelayanan publik seperti info mudik menunjukkan bahwa social media telah menjadi bagian dari proses penyebaran informasi di masyarakat. Kecepatan penyebaran informasi disertai dengan kemudahan penggunaan menjadi pendorong orang ramai-ramai menggunakan dan memanfaatkan media-media online ini. Jumlah pengguna social media yang besar di Indonesia juga menjadi salah satu alasan mengapa media online ini dilirik sebagai pusat penyebaran informasi. Yang perlu diperhatikan tinggal seberapa update informasi yang diberikan dan bagaimana bentuk informasinya agar bermanfaat bagi penggunanya.



Khusus untuk mudik, dengan menggunakan Facebook atau Twitter anda bisa mencari informasi mengenai mudik secara real time. Dengan social media, anda bisa dengan mudah memantau arus mudik. Akses internet bisa melalui handphone, laptop, dll.
Caranya antara lain :
Twitter
Ketik hashtags #mudik atau #infomudik atau info mudik apapun yang anda cari (tanpa hashtags) ditambah nama wilayah/ daerah yang anda cari infonya. Selain hashtags dan searching, untuk berita seputar mudik lebaran ini bisa memfollow/ mengikuti account twitter @infomudik , @mudik, @pantaumudik, @infomudikllaj, @pulkam, @tipsmudik, dll atau jika di daerah tertentu bisa mengikuti info didaerah tersebut misalnya @infobdg, dan info lainnya.
Facebook
Anda bisa menanyakan kondisi serta situasi lalu lintas yang sedang terjadi di suatu daerah kepada teman anda ataupun member dari suatu grup tertentu. Agak ribet dan lama sih daripada twitter, namun ini bisa digunakan sebagai alternatif lain dari fungsi konvensional handphone, telpon dan sms.
Memperoleh berita seputar mudik memang menjadi banyak variasi dan informatif. Terutama Akses Info Mudik dengan Social Media, diharapkan para pemudik mendapatkan informasi seputar arus mudik lebaran 2011 dengan mudah, sehingga dapat membantu pemudik agar berkendara dengan selamat, aman, tenang dan nyaman.
 
Semangat mudik, semoga sampai kampung halaman dengan selamat…
Sabtu, 10 Oktober 2009

Pembunuh Berantai Divonis 10 Tahun

BLITAR Pengadilan Negeri Blitar akhirnya memvonis Sukmawan Wicaksono, warga Jl. Aru, Kelurahan Karang Tengah,Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dengan hukuman penjara 10 tahun.



Pemuda berumur 17tahun itu, terbukti terlibat dalam pembunuhanterhadap dua siswa SMAK Diponegoro, Blitar, yakni Rajid (16), warga Jl JatiKelurahan Jatituri Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, dan Yosi (16), wargaKelurahan Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.



Sidang pembacaan vonis terhadap komplotan pembunuhanberantai itu, dipimpin Majelis Hakim diketuai Heri Sukemi SH, beranggotakan EdiJunaidi SH dan Sigit Pangudianto SH. Sukmawan nampak tegar mendengarkan vonisdari Majelis Hakim. Kendati demikian, dengan mengenakan baju muslim putihvariasi border coklat, Sukmawan terlihatbeberapa kali membetulkan peci hitam.



Sekadardiketahui, Sukmawan merupakan satu dari tiga komplotan pembunuh Rajid dan Yosi.Terdakwa Sukmawan ditangkap polisi, pada 13 Maret 2007 di Perum Griya ArsandiNo 4 Badung Bali, rumah milik salah satu kerabatnya. Sementara otak darikomplotan ini, Wikan Adi Kusumo (22), warga Jl Kemuning Kelurahan PlosokerepKecamatan Kepanjen Kidul, dan Agus Yulianto (24), warga Kelurahan Karangtengah,Kecamatan Sananwetan, berkas keduanya baru dilimpahkan kejaksaan ke pengadilannegeri dalam minggu ini.



Terungkapnyakasus Wikan Cs, berawal penemuan jenazah Rajid di pantai Tambak Rejo KecamatanWonotirto 11 Pebruari 2007 lalu. Penemuan jenazah itu, kemudian menjadi jalanbagi polisi guna mengungkap kasus pembunuhan terhadap Yosi sekitar Juli 2006lalu. Akhirnya diperoleh pengakuan, jenazah Yosi dikubur di daerah hutan Jurang Gandul Desa Gondang Legi,Kecamatan Sutojayan. Motif pembunuhan ini, hanya ingin mendapatkan uang, dengan merampas barangberharga milik korban dan meminta uang tebusan kepada keluarganya.



Untuk memvonisSukmawan bersalah atau tidak, Majelis Hakim sudah mendengar keterangan 8 saksi, dan memeriksa alatbukti berupa mobil Isuzu Panther, pisau, cangkul, baju dan seragam sekolah.Sedangkan beberapa hal yang memberatkan terdakwa Sukmawan, perbuatannya telah meresahkan masyarakat. Terdakwa menghilangkanharapan orang tua, dan perbuatannya tergolong kejam tidak manusiawi.



Kemudian, perbuatantersebut tidak sepantasnya dilakukan seorang anak yang statusnya masih pelajar.Sementara untuk hal yang meringankan terdakwa Sukmawan, Majalis Hakim menilai tidakada.Dengan pertimbangan UU No 3/1997 tentang Peradilan Anak Pasal 26, apabilaanak terbukti melanggar pidana dengan hukuman seumur hidup atau mati palinglama diputuskan 10 tahun, ungkap KetuaMajelis Hakim Heri Sukemi SH pada saat persidangan, kemarin.



Putusan MajelisHakim sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Suwignyo kepadaterdakwa. Sukmawan didakwa pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun dansubsider pasal 338 KUHP. Sukmawan langsung tertunduk setelah vonisdibacakan. Pada saat sidang berlangsung,Ninik, ibu korban Rajid, ikut hadir. Ia bersama keluarga duduk di bangku pengunjung.



Raut muka Ninikbasah karena sejak awal dan akhir sidang yang berlangsung sekitar 1 jam, ia menangis terus menerus. Tangisnya semakinmenjadi ketika hakim membacakan kronologis pembunuhan terhadap putranya, yangdicekik dengan tali karet hitam hingga lidahnya terjulur. Kemudian ditusuk,serta dikubur di areal pantai Tambak Rejo Kecamatan Wonotirto 24 Januari 2007lalu.Saya tidak puas dengan hukuman itu. Ia harus dihukum mati, ungkap Niniksambil terisak seusai sidang.

Kuasa hukumterdakwa Sukmawan, Agam Suryantoro SH, menyatakan banding atas putusan hakim.Hal itu disebabkan pertimbangan hakim seolah-olah Sukmawan adalah aktor utamadalam peristiwa pembunuhan ini. Meskipun vonis hakim 10 tahun sesuai dengantargetnya, namun pertimbangan hakim dalam memutus perkara yang harus dibenahi. Padahaljelas, apa yang dikerjakan selalu atas persetujuan Wikan. Kami akan mengajukanbanding, kata Agam ditemui wartawan.(edipurwanto/Sindo/sjn)
Sabtu, 03 Oktober 2009

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 10 September 2009

Bulutangkis.com – BWF secara rutin mengeluarkan informasi peringkat atlit-atlit yang mengikuti kejuaraan dalam kalender BWF. Sebelum berlangsung Li Ning China Master 2009 pada minggu ini BWF telah mengeluarkan peringkat atlit-atlit pada 3 September lalu. BWF menjanjikan bahwa info ranking selanjutnya setelah berakhir kejuaraan Yonex Japan yang akan berlangsung minggu depan.

Pada tunggal putra seperti pada posisi tanggal 3 September 2009 hanya dua atlit yang bercokol pada sepuluh besar yaitu Taufik Hidaya (4) dan Sony Dwi Kuncoro (6). Sementara pada tunggal putri prestasi atlit Indonesia masih belum menggembirakan dan ini terlihat pada peraihan poin dimana tidak satupun atlit putri Indonesia yang masuk sepuluh besar. Pia Zebadiah yang tidak lagi berkiprah di tunggal putri malah peringkatnya naik satu tingkat ke posisi 53.

Pada ganda putra seperti minggu lalu Indonesia masih mewakilkan atlitnya pada sepuluh besar yaitu Markis Kido/ Hendra Setiawan (1), Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan (8) dan Ahsan Mohammad/ Bona Septano (10). Ahsan Mohammad/ Bona Septano sebelumnya berada di peringkat 10.

Sementara di nomor ganda putri dua wakil Indonesia masih menempati posisi sepuluh besar yaitu Shendy Puspa Irawati/ Meiliana Jauhari (9) dan Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari (10). Dua atlit ganda putri Indonesia yang melorot posisinya Lita Nurlita/Endang Nursugianti dari 76 ke 78 ke adalah dan Vita Marissa/ Mona Santoso dari 82 ke 85. Satu ganda putri Indonesia yang meraih peningkatan cukup baik dari beberapa turnamen yang diikuti adalah Dewi Komala/ Keshya Nurvita Hanadia melonjak ke peringkat 69 dari 86.

Di ganda campuran Indonesia hanya memiliki satu atlit yang bercokol di sepuluh besar yaitu Nova Widianto/Liliyana Natsir. Pasangan Devin Lahardi Fitriawan/ Lita Nurlita hanya berada di posisi 17 dan Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa pada posisi 25.

Ketidak hadiran atlit-atlit Indonesia pada Li Ning China Masters 2009 yang sedang berlangsung saat ini diperkirakan akan mempengaruhi peringkatnya. Indonesia memastikan baru mengikuti kejuaraan internasional pada saat Yonex Japan pada minggu depan. (Contribute by: Fildzah Adhania)

Berikut peringkat atlit Indonesia yang berdasarkan peringkat BWF,

Tunggal Putra
4. Taufik Hidayat
6. Sony Dwi Kuncoro
16. Simon Santoso
18. Andre Kurniawan Tedjono
42. Dionysius Hayom Rumbaka
87. Tommy Sugiarto
92. Ari Yuli Wahyu Hartanto (-1)
94. Andreas Adityawarman (-1)

Tunggal Putri
20. Adrianti Firdasari
21. Maria Febe Kusumastuti
37. Maria Kristin Yulianti
53. Pia Zebadiah Bernadet (+1)
60. Rosaria Yusfin Pungkasari
69. Fransiska Ratnasari
78. Maria Elfira Christina

Ganda Putra
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
8. Alvent Yulianto CHandra/Hendra Aprida Gunawan
10. Ahsan Mohammad/Bona Septano (-1)
12. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
36. Lingga Lie/Fernando Kurniawan
40. Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto
52. Rendra Wijaya/Fran Kurniawan (+2)
64. Candra Wijaya/Tony Gunawan [INA/USA] (+1)
73. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
86. Joko Riyadi/Candra Wijaya (+1)
92. Hendra Aprida Gunawan/Joko Riyadi (+1)

Ganda Putri
9. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
10. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
28. Liliyana Natsir/Vita Marissa
36. Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin
54. Nadya Melati/Vita Marissa (+1)
57. Rani Mundiasti/Jo Novita
60. Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet
69. Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia (+17)
78. Lita Nurlita/Endang Nursugianti (-2)
85. Vita Marissa/Mona Santoso (-3)

Ganda Campuran
3. Nova Widianto/Liliyana Natsir
17. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (+1)
25. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (-1)
31. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS]
34. Muhammad Rijal/Vita Marissa
47. Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita
48. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet
49. Fran Kurniawan/Shendy Puspa IRAWATI
52. Rendra Wijaya/Meiliana JAUHARI
57. Muhammad Rijal/Debby Susanto
59. Flandy Limpele/Greysia Polii
87. Flandy Limpele/Vita Marissa
93. Endang Nursugianti/Anggun Nugroho (-1)
98. Muhammad Ulinnuha/Jenna Gozali (Baru)

Catatan:
( – ) : turun peringkat
(+) : naik peringkat
(Baru) : minggu lalu tidak masuk 100

“Kekuatan Gempa Masih Ada 8,8 SR”

VIVAnews – GEMPA 7,6 skala ritcher menguncang Padang dan Pariaman. Ratusan orang tewas, puluhan rumah ambruk dan rusak berat. Riset gempa menyebutkan masih ada sisa energi tektonik yang bertumpuk di Mentawai. Lantas bagaimana proses terjadinya gempa di Padang? Daerah mana saja di Indonesia rawan gempa? Berikut wawancara wartawan VIVAnews, Indra Dharmawan, dengan ahli paleotsunami Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Danny Hilman Natawidjaya.



Bisa Anda ceritakan tentang gempa di Pariaman dan Jambi. Mengapa terjadi hampir bersamaan?

Dua gempa tersebut tidak ada keterkaitan sumber. Yang dekat Padang adalah gempa berasal dari patahan aktif pada lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Pulau Sumatra, dan yang di barat Jambi terjadi pada Patahan Sumatra yang membelah wilayah bukit barisan. Meskipun mungkin saja gelombang seismik dari gempa Padang punya kontribusi memicu gempa pada patahan Sumatra tersebut karena kebetulan segmen tersebut sudah penuh terisi akumulasi tekanan tektonik.



Anda telah mendeteksi kemungkinan gempa di sekitar Padang jauh-jauh hari. Apa dasar perkiraan Anda saat itu?

Kami dari Tim Peneliti gempa LabEarth LIPI dan Tim Prof. Kerry Sieh yang sekarang di Earth Obervatory of Singapore, NTU sudah mulai meneliti sumber-sumber gempa bumi di Sumatera sejak tahun 1990 sehingga karakteristik kegempaan di Sumatera sudah cukup diketahui. Data dan analisis yang kami lakukan, utamanya ada 5 macam.



Pertama, sejarah kegempaan dari catatan dan laporan dulu. Kedua, pemetaan patahan-patahan gempa terutama untuk di darat, yaitu Patahan Sumatra. Ketiga, data seismologi. Keempat, pengukuran turun naiknya pulau-pulau di Mentawai dari terumbu karang. Ada tipe terumbu karang yang kita sebut mikroatol, yang pola pertumbuhannya sangat sensitif terhadap perubahan muka laut. Mereka bisa merekam pergerakan turun naiknya pantai. Kelima, jaringan pemantau pergerakan mukabumi continuous GPS (Global Positioning System) yang sudah mulai kami pasang sejak 2002. Jaringan ini kami namakan SuGAr (Sumatran GPS Array).



Apa yang bisa dicatat dari pengamatan atas mikroatol itu?

Dari penelitian koral mikroatol kami dapat merekonstruksi siklus gempa besar di (zona subduksi) Mentawai sejak 100 tahun lalu. Menurut rekonstruksi siklus tersebut periode ulangnya sekitar 200 tahunan. Periode gempa-gempa besar terakhir terjadi tahun 1797 dan 1833. Menariknya pelepasan akumulasi tektonik di akhir siklus gempa tersebut hampir selalu berupa kejadian gempa besar lebih dari satu kali. Nah sejak gempa besar kembar tahun 1797 & 1833 tersebut status “zona subduksi” (atau biasa disebut juga sebagai “megathrust”) dari segmen Mentawai adalah sudah di siklus akhir. Gempa megathrust yang terjadi pada bulan September 2007 bisa dianggap sebagai permulaan periode pelepasan tekanan tektonik tersebut.



Apa saja alasan memperkuat perkiraan itu?

Dari hasil kalkulasi kami, gempa 2007 tersebut hanya melepaskan tidak lebih dari 1/3 jumlah energi tekanan tektonik yang terakumulasi di Mentawai. Dengan kata lain masih ada sekitar 2/3 lagi yang tersimpan. Apabila yang 2/3 ini dilepaskan sekaligus maka bisa menghasilkan gempa dengan kekuatan sampai 8,8 SR (energinya kurang lebih 30x lebih besar dari gempa yang baru terjadi).



Lokasi dan jumlah dari energi, atau tekanan tektonik di bawah Mentawai dapat dihitung dari data yang kami peroleh dari SuGAr tersebut. Pada prinsipnya pergerakan relatif Lempeng Indo-Australia terhadap Sumatra dapat diketahui dari Jaringan GPS SuGAr yang kami pasang. Kemudian dari data SuGAr (pergerakan muka bumi di Kep. Mentawai –Batu-Nias-Simeulue dan pantai barat Sumatra) kami bisa memodelkan berapa banyak pergerakan relatif antar lempeng bumi ini diakumulasi menjadi tabungan energi (regangan) pada batas lempengnya, yaitu zona megathrust tadi.



Hasil penelitian kami ini sudah banyak dipublikasikan sebagai makalah-makalah ilmiah di berbagai International Journal bergengsi seperti Science, Nature, Journal of Geophysical Research dan lainnya. Data dan pengetahuan sumber, dan siklus gempa di Sumatra ini boleh dibilang sudah dianggap menjadi salah satu sumber referensi yang terbaik di kalangan para ahli gempa di dunia.



Metode apa yang Anda pergunakan dalam memperkirakan terjadinya gempa di masa depan? Apakah metode tersebut lebih akurat ketimbang metode penelitian sedimen? Apakah ada metode-metode lain yang lebih canggih yang tengah berkembang?

Metoda koral mikroatol ini (disebut juga sebagai paleogeodesi) jauh lebih baik dari yang dengan mempergunakan sedimen (paleoseismologi/paleotsunami). Akurasi dan kekomplitan datanya tidak ada bandingannya diantara metode geologi untuk meneliti sejarah gempa. Masalahnya, mikroatol ini tidak hidup/tumbuh disemua tempat. Hanya kebetulan mikroatol ini banyak sekali hidup di pulau-pulau di wilayah barat Sumatra ini, dan lebih beruntungnya pulau-pulau ini letaknya persis di atas sumber gempa megathrust ingin kami teliti. Itulah kelebihan metoda kami dan keunikan dari wilayah barat Sumatra.



Metoda cGPS ini umum diakui dikalangan peneliti gempa sebagai alat modern yang sangat powerfull untuk merekam proses gempabumi. Kelebihannya dibandingkan seismometer adalah GPS dapat merekam proses tektonik pada periode antar gempa (selagi terjadi pengumpulan tekanan tektonk) sedangkan seismometer hanya mendeteksi/merekam kejadian gempanya saja (yaitu ketika patahan melepaskan akumulasi tekanan tektoniknya). Meskipun demikian dua metoda ini punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing.



Untuk peralatan modern: mainstreamnya adalah peralatan seismometer dan GPS. Metode yang cukup umum dipakai terutama untuk prediksi medium to short term adalah strain meter (di Indonesia belum dipasang). Masih ada tentunya metoda lain seperti dengan electromagnetic, gravitasi, pengukuran muka air tanah dan sebagainya. Untuk geologi yang biasa dipakai adalah: paleoseismologi, paleotsunami, dan paleogeodesi.



Perlu ditekankan bahwa saat ini belum ada satu pun metode di dunia yang sudah valid bisa meramal kapan tepat waktunya gempa akan terjadi (short-term prediction). Umumnya kami lebih mengkaji ke arah “intermediate to long-term prediction”. Siapapun yang mengaku dapat meramal kapan terjadinya gempa bahkan sampai menyebut tanggal pasti bohong atau omong kosong atau tidak berdasarkan sains.



Apa benar daerah Padang sudah mengalami interlock dua lempeng Eurasia dan Australia sejak lama? Berapa lama gempa bisa terjadi sejak terjadinya interlock?

Bidang batas lempeng (pada zona subduksi dua lempeng) ini punya sifat (daya rekat) berbeda-beda segmen satu dengan yang lainnya. Ada yang 100 persen, tapi ada juga yang 0 persen. Arti 0 persen adalah tidak ada akumulasi tekanan tektonik. Jadi, tidak akan ada gempa di segmen ini. Lamanya periode “interlock” atau bisa dibilang juga sebagai periode antar gempa atau bahasa ilmiahnya “interseismic period” bisa puluhan sampai ribuan tahun tergantung dari “degree of locking” dan ukuran/panjang dari segmentasi-nya. Untuk Sumatra setiap segmennya tipikal memunyai perioda interlock ratusan tahun untuk gempa 8SR atau lebih besar.



Apakah bisa diceritakan hasil riset gempa yang Anda lakukan di sekitar Mentawai-Sumatera Barat?

Sudah banyak disinggung di atas. Riset ini sudah dimulai sejak tahun 1990-an, merupakan kerjasama riset antara Puslit Geoteknologi LIPI dan Tectonic Observatory/Seismological Laboratory Caltech (California Instutute of Technology, USA). Sebagian dari riset ini merupakan bahan disertasi Ph.D saya di Caltech dari tahun 1995-2003. Caltech adalah universitas/institusi sangat ternama di dunia dalam penelitian gempa. Salah satu pendiri seismological laboratory di Caltech adalah Prof. Charles Richter, yang namanya sekarang kerap dipakai untuk skala kekuatan gempa. Pembimbing utama saya adalah Prof. Kerry Sieh, ahli earthquake geology ternama di dunia, yang sekarang mendirikan institusi baru di Singapore, yaitu Earth Observatory of Singapore di Nanjang Technological University. Sponsor utamanya dari NSF (National Science Foundation USA) dan Caltech sendiri. Sebagian dana juga didapat dari LIPI dan RISTEK (melalui RUTI).



Dalam tiga tahun terakhir ini kami (LIPI) juga bekerjasama dengan tim seismologist dari Cambridge dan Liverpool Univ (UK) dan GFZ (Germany) untuk pemasangan jaringan survei seismik di Sumatra (juga bekerjasama dengan BMKG dalam hal ini). Studi ini baru berakhir tahun lalu, datanya masih terus intensif kami analisa. Ada satu hal menarik: dari data seismik ini kami terheran-heran melihat demikian banyak aktifitas gempa di bagian utara Patahan Sumatra (dari khatulistiwa ke Utara), tapi bagian selatannya sepi sekali. Dalam diskusi tim, saya katakan agak ngeri melihat “kesenyapan gempa” di bagian selatan ini karena seringkali patahan gempa itu lebih terkunci penuh tatkala sudah siap memuntahkan tekanan tektoniknya sehingga “sepi”. Dan itu yang terjadi di barat Jambi, yaitu gempa 6.8SR di Patahan Sumatra. “Perioda Kesenyapan” ini biasa disebut sebagai “seismic gap” salah satu pertanda wilayah yang berpotensi gempa.



Apakah hasil riset sudah berhasil melakukan modeling untuk menduga gempa di daerah lain?

Kami sudah memulai penelitian gempabumi untuk wilayah lainnya, khususnya Jawa-Bali-NTT dalam beberapa tahun terakhir tapi se-intensif seperti yang dlakukan di Sumatra.



Setelah Padang, apakah Anda sudah memiliki data daerah lain yang sudah mengkhawatirkan?

Ya, banyak sekali wilayah di Indonesia yang rawan gempa dan tsunami. Indonesia Timur (Irian dan Maluku) itu potensi bahaya gempa dan tsunaminya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Sumatra, hanya memang populasi dan infrastruktur di sana masih rendah sehingga tingkat risiko bencana-nya jadi lebih rendah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Silahkan isi buku tamu di sini....
Cute Pencil

Updates Via E-Mail

Cloud Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani