Home

 
 
Jumat, 02 September 2011

Kisah Sedih Remaja 18 Tahun

Beberapa tahun yang lalu,
seorang gadis remaja 18 tahun bernama Sri Rahayu meninggal gantung diri di rumahnya.
Dia seorang gadis manis dan tinggal di Semarang.
Lima hari setelah kematiannya,
Ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya.
Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.

Berikut adalah isi buku harian tsb >>


November 7,2008
Dear Diary,
hari ini hari pertama sekolah di Semarang.
Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid2 cowok yang menyebut saya orang aneh. Inilah awal hari yg buruk.
Kemudian beberapa murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka.
Mereka mengatakan saya orang terjelek yang pernah mereka temui.
Saya pun menangis.
Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Erwin.
Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik.
Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan, sekarang dia tinggal di Surabaya.
Lalu saya katakan bahwa saya mencintainya dan rindu padanya.
Tetapi dia mengakui bahwa alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman2nya.
Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sudah berpacaran selama 3,5 tahun.

cry.jpg

November 9,2008
Saya sungguh rindu pada Erwin.
Tapi dia merubah!! nomor telp-nya sehigga saya tidak bisa menghubunginya.
Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa.
Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama.
Wow, sungguh menyenangkan !!

November 10,2008
Saya sedang menangis sekarang...
Ternyata cowok itu brengsek.
Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek2 itu mengoyak baju saya.
Semua orang menertawakan saya.
Lalu nenek memberitakan bahwa bapak dan ibu tabrakan pagi ini dan mereka dalam keadaan kritis.
Saya tidak sanggup menulis lagi...

November 11,2008
Hari ini Selasa,
nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam.
Bapak meninggal pagi ini.
Ibu lumpuh seumur hidup.
Sewaktu di RS, nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi.
Saya masih tidak percaya bapak sudah meninggal.
Saya sudah capek menangis.
Saya letih... Saya harus tidur.

November 12,2008
Bapak tidak meniggal..!!
Tidak mungkin..!!
Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Erwin masih mencintai saya.
Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama.... Saya ingin mati.!!!
Bawalah saya.

Keesokan harinya Sri Rahayu ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna merah.

gantung.jpg

Saya Teman'nya.
Nama saya Lanangtrik. Saya menulis artikel ini agar orang lain tidak mengalami apa yang dialami teman saya.

Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari.
Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina.
Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti teman saya Sri Rahayu.
Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka.

Mari kita ambil hikmah dari cerita di atas...
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Silahkan isi buku tamu di sini....
Cute Pencil

Updates Via E-Mail

Cloud Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani